43 Tahun Lalu

| Thursday, June 28, 2012 | |

Minggu, 29 Juni 1969


Walaupun saya mencoba untuk menulis, ternyata saya gagal mengkonsentrasikan diri. Datang Hok Tjin teman lama dari SMP, dan kita ngobrol-ngobrol tentang "tempoe doeloe". Sore-sore saya pergi lagi ke Elizabeth Legge dan bertemu dengan teman-teman Australia lainnya. Ngobrol-ngobrol tentang soal-soal umum. Antara lain bertemu dengan "pacarnya"(??) Liz dan bicara tentang soal Irian Barat. Kelihatannya ia amat anti Indonesia terutama atas dasar humanisme. Saya akui bahwa tindakan-tindakan Indonesia di sana tidak lebih daripada polisi kolonial 100 tahun yang lalu. Kita makan bersama dan saya pulang agak larut.


-petikan daripada Catatan Seorang Demonstran.




Sejak akhir-akhir ni keghairahan aku untuk menaip semakin hilang rentaknya. Entah kenapa, seakan ada satu ruang lopong yang perlu aku isikan dengan jeli pekat supaya ruang itu kekal terisi walaupun kelihatan kosong dari jauh.

5 comments:

Lady Windsor Says:
June 28, 2012 at 8:11 AM

beb ko kena isi helium fully sintetik berharga RM100 supaya nafsu menulis ko muncul..inilah minyak yang aku tuang ke dalam tank aku semalam...

pok amai-amai Says:
June 28, 2012 at 12:11 PM

Takde idea? Penyakit tu. Tp penyakit biasa. Nanti bek sendiri.

SM Says:
June 28, 2012 at 12:52 PM

LW : mak aih, fully sintetik? yang tu aku cuma bubuh kat belalang tempur je. kalau curah dalam kereta buatan malaysia aku, mau terpelecok budget bulanan.

MF : bermusim kot.

Nizam.Ariff Says:
June 28, 2012 at 2:08 PM

bro, cepat cari nafsu bro...



salam malam jumaat..

SM Says:
June 28, 2012 at 2:43 PM

Nizam : jumaat? hahahaaa!!! aku faham...